Minions Cursors

puisi kelas G'14





KUMPULAN PUISI-PUISI


KARYA 8G





DAFTAR ISI
A
ALAM (Agi Alia P)

B
BERITA MALAM (Dhea Mellyana)
BENTANGAN HITAM LEGAM (Hasna Fatin A)
BINTANG PALING TERANG (Hasna Fatin A)
BUMIKU (Novi Umami)
BUNGA MELATI (afrisnaini Hanna K)

D
DERITA BURUNG (Samsu Badriawan)
DEWI MALAM (Hanifah Nurrahmawati)
DIBAWAH REMBULAN (Rizka Febriani F)

H
HATI (Amelisa Sekar L)
HUJAN (Annis Nurcasanah)
HUJAN (Nuraini Shinta D)
HUTAN (Roihanna Kartika Z)
HUTAN ( Evan R T)

I
INDAHNYA DUNIA (Yanuari Fitrianingsih)
INDAHNYA MALAM (Asy Shifa Wijayanty)

K
KABAR PAGI (Hani Zulfihar)
KUASA YANG KUASA (Almira Danumaya)
KUSAMBUT MENTARI PAGI (Febrian Anandika)

M
MALAM YANG KELAM (Cicilia Annisatul M)
MANUSIA LAUT (Ikwana Urfan S)
MENANTI (Irma Herawati)

N
NAMANYA HUJAN (Mashita Inayah R)

P
PARU-PARU DUNIA (Anisa Puspa D)
PAGI (Isabella Megananda M)
PUISI ALAM (Fransica Pintaku UC)


S
SABDA ALAM (Krismia Rohmanurfitria)
SALJU BERSAMAMU (Aisyah Luthfia F)
SENDU (Novi Umami)
SUASANA ALAMKU (Aidha Hanun S)
SUNGAI (Indah Pitaloca S)









HAPPY READING^^





BERITA MALAM
(Dhea Mellyana)

Kabut hitam membalut langit malam yang kelam
Kabut hitam menerkam seisi langit malam

Rembulan merenung memandang awan mendung
Sinar dewimu tak menghiasi jagad raya
Rasa yang sendu merindu merayu
Hitam memang menang menyerang terang

Bintang sembunyi sunyi sendiri
Tak berpawang tak berteman
Hempas angin mengibas cakrawala
Biorama irama malam penuh tanya




HUTAN
(Roihana Kartika Z)

Hutan..
Selalu memberikan kesejukan
Disetiap keteduhan
Ketenangan disetiap kedamaian
Terdapat perjalanan disetiap petualangan
Dan kehidupan bagi penghuni hutan
Terpandang luas dan menawan

Segar sejuk sendu
Seolah terangkum jadi satu
Bak sebuah kalbu
Yang indah dan menyeru

Paru dunia panggilnya
Meluas keseluruh penjuru sudut desa
Bagai surga para dewa
Nan elok rupanya
Jika tak tersentuh manusia

Tetapi dia telah tercemar
Oleh para penyamar
Yang semaunya yang seenaknya
Segampang menyentuh layar
Tak peduli itu pinus maupun belukar
Hutanku tak lagi kekar dan besar














NAMANYA HUJAN
(Mashita Inayah R)

Malam kabur membawa kabar
Pagi telah berkibar
Mentari melamun tersenyum
Diiringi lagu lesung yang mengalun
Mencari bising trotoar yang terdengar
Kulangkahkan kaki berapa bait
Belum juga pagi bernyanyi
Tamu telah datang
Mencuri garam dari pagiku
Hingga hambar rasanya
Mencuri canda dari halamanku
Hingga senyap merayap
Namanya hujan
Rumahnya diatap langit




PUISI ALAM
(Fransisca Pintaku UC)

Coba buka mata dunia
Ingatkah amanat luhur sang leluhur
Puisi alam bercerita
Tahukah matahati matahari ingin berkata
Dunia sudah tua
Masih saja kau cemari
Ini bukan warisan, teman!
Ini titipan nenek moyang untuk generasi mendatang
Apa tega kau lihat anak cucu menderita
Karena amal perbuatan tercela
Surga dunia kau buat neraka
Memang kini akibatnya belum seberapa
Tapi nanti baru tahu rasa





PAGI
(Isabella Megananda M)

Mentari pagi tampakkan diri
Bangunkan insan dari mimpi
Burung bernyanyi saling mengisi
Menyapa pagi girang menari

Senandung senang tenang terdengar
Permata kecil tampak indah berbinar
Oleh pancaran terang dari sinar
Tetes embun sejuk menebar

Bunga-bunga mekar merekah
laksana mahkota cantik nan indah
jarum-jarum hijau menancap basah
pesona alamku hilangkan gundah

angin berlalu biru merayu
berhembus halus mmenembus kalbu
pembawa tawa pengusir sendu
fajar mekar melahap gelap kelabu

bulan sembunyi sunyi menepi
bintang meredup terhirup sepi
cantik menarik mentari menari
inilah salam alam pagi















BUNGA MELATI
(Afrisnaini Hanna K)

Oh bunga melati
Harummu semerbak wangi
Warna putih bersih, sebersih kapas putih
Indah nan cantik berterbangan kesana kemari, Turut hinggap menghiasi

Oh bunga melati
Bulir-bulir embun ikut menyejukanmu, Selalu kusanjung dengan manja Bak semenanjung penuh keindahan
Dalam ruas-ruas kelopak nan halus, Aku melebur terpesona
Dalam keindahan aku terdiam, Hanya ada kesejukan yang memeluk raga

Oh bunga melati
Sangat sedap dipandang
Harum wangimu menggambarkan kedamaian
Semua yang ada padamu mengundang kegembiraan


PARU-PARU DUNIA
(Anisa Puspa D)

Malangnya nasibmu
Bak anak jalana tak punya perlindungan
Seketika kehidupan berubah karenamu
Karena ulah manusia bodoh yang menebangmu

Pisau mesin telah membunuhmu
Kokoh tinggi menjulang kini tak lagi nampak
Penyejukku hilang seketika ditangan manusia
Dulu kau dipertahankan sekarang justru disia-siakan

Bagaimana nasibmu dikemudian hari?
Hijaumu telah tumbuh gedung-gedung besar
Kawasan hijau rindang telah menjadi perkebunan
Jangan salahkan tuhan jika terjadi bencana
Jangan salahkan pohon jika tak ada lagi penyejuk kehidupan



ALAM
(Agi Alia P)

Kicauan indah menjalankan telinga
Keindahanmu mngerakan mata
Bak indahnya ditaman surga

Wahai pencipta alam
Keagunganmu sulit kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Walau banyak orang terpesona
Walau banyak orang terkesima
Tetapi kita tetap harus menjaga
Agar keindahannya takkan sirna





INDAHNYA DUNIA
(Yanuari Fitrianingsih)

Sang mentari telah datang menghampiri
Aku harus segera pergi dari alam ini
Untuk siapkan diri merintis hari
Berdiri tegak menantang rintangan hari ini

Kucoba mantapkan langkahku
Kabut tebal seakan enggan pergi dari alamku
Suara pesawat kicau menyambutku
Bak alunan lagu syahdu menyentuh kalbu

Senandung alam sejenak membuatku terpaku
Seakan semua ini hanya untukku
Kuingin waktu berhenti berdetak sejenak untukku
Agar aku bisa selalu rasakan indahnya alamku

Desir pasir yang berirama dipegunungan
Daun-daun yang menari-nari didahan
Begitu nyaman dan indah rasanya
Bak taman bunga disurga sana

Kusiap berlari untuk habiskan hari
Kugantungkan setinggi langit mimpi diri
Kan kugapai nanti dilain hari
Kuprsembahkan hanya untukmu negri

Sang surya telah selesaikan tugasnya
Ratu malam siap menggantikannya
Ditemani ribuan berlian diangkasa
Membuat semua orang terperangah melihatnya

Kutelah lelah jalani hari ini
Kuistirahatkan sejenak diri dan hati
Untuk lanjutkan tugas esok hari
Sejenak akan berpetualang diindahnya alam mimpi

Dibawah megahnya angkasa raya
Didalam hangatnya selimutku berdoa
Terima kasih ya allah atas semua
Atas rahmat dan hidayahnya
SUASANA ALAMKU
(Aidha Hanun S)

Sang surya mulai datang
Samudra angkasa luas terbentang
Ditemani kapas-kapas tak bernoda
Terbang melayang dijagad raya

Ketika angin mulai berbisik
Ketika rumput bergoyang riang
Kicauan burung bernyanyi gembira
seperti membawaku terbang dengannya

sekarang mulailah cahayamu memudar
tak lagi kuat tak lagi kekar
mulai melemah dan tak terarah
bagai manusia tak berdarah

rembulan mulai menjelang
bintang berlian ikut datang
angin bernyanyi memecah kesunyian malam
menambah suasana menjadi seram

kini suasana malam telah berlalu
kini mulai datang hari baru
tak ada langit hitam ataupun kelabu
yang ada hanya matahari tersenyum padaku















SUNGAI
(Indah Pitaloca S)

Saat aku berjalan
Dipinggiran sungai dan hutan kecil
Aku mendengar gemericik suara air
Aku berjalan semakin dekat dengan suara gemericik

Kulihat sungai yang sangat jernih
Dan menggembul bebatuan ditengah-tengah sungai
Seperti sekumpulan kura-kura bermain air










SABDA ALAM
(krismia Rohmanurfitria)

Fajar berpijar bersama materi mentari menari
Selang waktu kududuk bersilang kaki
Menikamati nada sendu syahdu merayu pagi
Ditemani untaian salam alam kini
Sendiri berseri bersama hangatnya mentari bersemi
Awali hari bak prameswari belajar sendratari

Seketika, waktu setengah berlalu
Ia tepat menatap mengatapku
Seolah berjalan tanpa kawan
Sambil tenggelam menyelam malam

Kini, fajar tlah bersembunyi
Berlian silau malam pun menyapa sunyi
Cahaya samarmu menemani sepi
Bersama intan pecah bertebar rapi
Hitam hantam terang ancam remang
Kerlap gelap mengalap senyap
Terdiam daku menepis nafas
Terlupa diriku pejam mata
Tak dapat berkata kala kujumpa
Tidur berbunga oleh sang maha kuasa

















MENANTI
(Irma Herawati)

Kupandang hamparan ladang
Membiru membentang
Kuhirup aroma khasnya

Bertengger mentari diujung pandang
Berhias fatamorgana surga
Menyilaukan dan menenangkan

Kudengar gesekan tangan
Nyiur melambai mendayu-dayu
Pilu dan sedihnya kurasakan

Lampu pasir putih dinyalakan
Cahaya bulat dipantulkan
Oleh dewi rembulan

Nafasku hembuskan, dalam
Dibawah naungan kelam malam
Hitam mulai mengerucut
Putih segera datang tanpa pengecut

Untuk sebuah nama
Rindu ini kupertahankan
Esok, saat kita bersama
Kisah ini, akan kuceritakan














HATI
(Amelisa Sekar L)


Selayang pandang terbang melayang
Angan tangan menggapai kenangan
Kelam kelabu malam ku abaikan
Demi sebuah secercah harapan
Dalam hitam gelap malam melawan sepi
Bersama rasa tak terbendung ini
Terkubur sejuta kenangan tak dapat terulang
Kisah kasih terkhianati
Menjadi lautan api emosi
Tergoreskan luka dihati
Lenyap senyap sebuah mimpi
Mencoba menghentikan mimpi
Rindu sendu berpadu satu menyerbu
Andai kau datang kembali
Membawa sebuah harapan
Menaburkan keping mimpi suci
Tebing terjal tinggi menanti
Untuk dilewati dengan hati
Perih sedih menanti kembali
Seperti menunggu asin menjadi manis air laut
Dunia tak mengerti rasa ini
Merah marah menyala tak lagi ramah
Hati hati dengan hati yang mudah tersakiti
Dewi fortuna tak lagi disisi
Mungkin tak kan kembali lagi
Tersisa buang bayang harapan
Mungkin kembali setelah aku pergi
Menjauh dengan berat beban hati ini
Deburan ombak pucat pasi pasir mengiringi
Ku harap kau mengerti menghargai rasa ini

KUASA YANG KUASA
(Almira Danumaya)

Ufuk timur fajar bersinar
Malam hitam kelam hilang
Muncul bayang hitam kelam

Hulu hilir air mengalir
Kemercik berisik musik air
Daun tipis menangis
Menantikan sinar fajar

Hembus sesaat berbisik tentang alam
Gedung hijau pencakar langit beralambaikan
Melambai mengundang burung datang
Bertengger membuat sangkar

Burung lepas landas
Diatas kapas biru nan kelabu
Menikmati bumi kami
Senang riang rasa mereka

Sungguh luas alam semesta kita
Sungguh esa kuasa engkau yang maha kuasa
Semoga manusia menjaganya

















INDAHNYA MALAM
(Asy Shifa Wijayanty)

Mentari tenggelam
Menandakan datangnya malam
Kabut hitam kelam
Menyelimuti indahnya bulan

Satu persatu hewan malam
Mulai berhamburan
Berlomba nyanyi
Seakan berkompetisi

Puluhan cahaya berterbangan
Ratusan suara bermunculan
Ribuan intan bercucuran
Menghiasi seluruh alam

Hanya kata yang kusampaikan
Hanya doa yang kulantunkan
Terima kasih tuhan
Telah ciptakan keindahan




















HUJAN
(Nuraini Shinta D)

Pagi datang bersama senter abadi
Menyinari bumi pertiwi
Memberi semangat pagi hari

Kusambut pagi dengan senyuman
Kau selalu menampakkan senyumanmu
Tanpa kau, jemuran tak akan kering
Tanpa kau fotosintesis takkan berjalan manis

Tapi awan mendung datang
Datang dengan wajah menantang
Menyembunyikan sinar mentari yang menyinari
Mengeluarkan petir yang menggelegar
Kau juga mengeluarkan tetesan air mata
Tapi bagiku tetesan ar matamu berkah yang melimpah



HUJAN
(Annis Nurcasanah)

Bulu-bulu domba mulai bergabung
Sang surya tertutup mendung
Tetes berlian jatuh diatas gedung
Terdengar lagu yang bersenandung

Orang-orang buru-buru pulang kerumah
Si hijaupun mulai basah
Ada juga yang mendapat berkah
Payung bersama kaki yang melangkah

Suara guntur menggelegar
Jendelapun bergetar
Seiring kilat yang menyambar

Tetes berlian mulai berhenti
Terlihat celah mendung yang menutupi
Cahaya mentari mulai kembali
Burung-buurung mulai bernyanyi
Melanjutkan aktifitasnya kembali




















DIBAWAH REMBULAN
(Rizka Febriani F)

Sinar sirna musnah sudah
Sang lampu abadi lenyap dalam senyap
Panas api melebur sepi
Seribu bayang terbang melayang
Langit berombak tak lagi nampak
Angin berbisik serasa terusik

Langit cemerlang bertabur bintang
Membentuk rasi nan serasi
Dewi malam terang benderang
Remang-remang kunang-kunang

Dingin malam berkabut kelam
Gemericik air mengalir
Suara jangkrik mengerik
Suara halilintar menggelegar
Alunan musik syahdu
Menyatu haru berpadu rindu
Menggebu-gebu menusuk kalbu




















MALAM YANG KELAM
(Cicilia Annisatul M)

Matahari telah lelah tuk menyinari
Dan tergantikan oleh seorang dewi
Yng berkuasa dimalam hari
Tuk menyinari bumi ini
Namun...
Senyum sendumu semakin senyap seiring waktu berselang
Kapuk-kapuk mendung menumpuk membendung cahaya malam
Tak ada bintang benderang yang gemilang
Yang membuat malam ini menjadi kelam
Tak kudengar suara yang berbunyi
Katak dan burung hantu bersembunyi
Jangkrik pun tak ada yang bernyanyi
Malam ini menjadi kelam, kerlam, senyp dan sunyi





BUMIKU
(Novi Umami)

Senter dari timur telah datang
Bunga tidurku hilang
Kusambut gemercik air bening
Yang tak pernah hening

Lantunan berbeda pesawat bernyawa
Kini menyapa
Seakan ingin mengungkap kata
Dibalik makna

Ya, tanah ini suah berbeda
Lihat saja!
Kayu hitam, tanah gesang,
Bergandengan tangan dengan si merah tak padam

Tangan si kuning itu beraksi
Raksasa kaki empat itu berdiri
Tindas landas bablas tak henti
Mata mulut ini kan jadi saksi

Bumiku sakit hati
Kini ia malu untuk bercermin diri
Dan tak tahu
Kelak esok ia akan hidup lagi
Atau mati?

Lihatlah kemari!
Aku dan kawanku berdiri berjanji
Membela bumi pertiwi










SENDU
(Novi Umami)

Kerlap kelam dipangkuan sang dewi malam
Terpaku hati remuk redam
Merunduk merungkuk terpuruk
Isak tangis mengiris habis

Letih memandang wajah hari
Luluh lantahkan hidup ini
Tegakkab takdir siwa
Diatas takdir brahma

Berpeluk rindu mengadu merayu
Sesakkan kalbu hingga layu
Bersandar satu nama didalam kenangan
Melayang bayang menghantui
Tanpa gores arti

Apalah arti rindukku ini
Bernaung sendu sedan sendiri
Meratapi hari sepi

Kutatap kenangan itu lamat-lamat
Hingga bisa dikatakan “TAMAT”

















KUSAMBUT MENTARI PAGI
(Febrian Anandika)

Raja siang bersinar dipagi hari
Terang menyinari bumi
Burung-burung menari
Untuk menyambut datangnya pagi

Hembusan angin berbalut kasih
Membuatku nyaman dan tentram
Ku tak kuasa menyaksikan indahnya kilauan alam
Hanya senyum kegembiraan yang kutunjukkan

Ya Allah...
Betapa besar karuniamu
Kami bersyukur atas berkat dan rahmatmu
Jadikanlah alam semesta
Damai, aman, tentram dan sejahtera



DERITA BURUNG
(Samsu Badriawan)

Hendak kemana burung yang luka
Istirahatlah dulu saja
Dalam sangkar sementara
Hingga kering luka yang kau derita

Hendak kemana burung yang luka
Tinggal disini saja kita bersama
Diluar tak ada lagi yang bisa kau mangsa
Sawah telah ditanami gedung-gedung raksasa
Tak usah mengembara
Nanti kembali terluka

Jangan kau paksakan untuk terus berlari
Bila luka dikaki belum terobati
Ku berharap kau bisa cepat terbang
Sembari ku melihat kapas melayang

Buah-buah yang bergelantungan
Tak lupa berpesan

Manusia...
Di hatimu dan di lidahmu kami berharap
Suara kami...
Tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu dan jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang
Jangan hanya diam

Kau harus berani
Tertunduk biduk dikelokkan, tertunduk kata dipikiri
Mengubah isi dunia ini
Menjadi kehidupan yang berarti

Andai kau tahu
Hidup kami bagaikan langit runtuh bumi cair
Air yang berhenti mengalir
Hidup yang tersingkir


HUTAN
(Evan R T)

Kutatap ciptaan sang Ilahi
Yang membuat hutan seluas ini
Tempat indah nan berseri
Nafasmu kehidupan bagi kami
Tapi kini rusak seperti tanah mati

Berpita putih, sepatu hitam
Kau rusak inti alam
Dulu indah sekarang kelam
Alampun menjadi merah padam
Sehingga membakar habis sampai dalam

Asap-asap membakar
Gunung-gunung bergetar
Badai dan petir menyambar
Ombakpun berkobar-kobar
 Ku berharap agar Ilahi bersabar

MANUSIA LAUT
(Ikhwana Urfan S)

Deburan ombak berteriak
Angin semilir terus mengalir
Bola berpijar mulai bersinar
Nelayan datang dengan senang

Menuju lautan penuh pasir
Membawa ikan hasil jaringan
Ditimbang dan dilelang
Ditawarkan keorang-orng
Berharap memberi uang








KABAR PAGI
(Hani Zulfihar)

Hari telah berganti
Mentari berseri menyambut pagi
Memulai menyinari bumi

Tak lelah diri
Tak berhenti
Kulihat awan sepenuh melati
Udara sejuk kunikmati

Setetes embun membasahi daun
Burung terbang bersama kupu-kupu
Menghiasi langit biru
Hinggap dipohon rindu
Kicauan indah terdegar merdu

Indahnya mempesona
Bak indahnya taman surga
Aku akan menjaganya
Agar tidak sirna




















DEWI MALAM
(Hanifah Nurrahmawati)

Bulat terang ditengah alam petang
Disekelilingi ribuan berlian
Sinar putih terang dibawah awan hitam
Terang cerah kala malam

Tak pernah lelah kau pancarkan
Tak pernah surut kau bersinar
Menebarkan secercah cahaya dalam gulita malam
Indah rupamu bak mutiara

Melihat cahayamu
Membuatku senang, tenang dan nyaman
Ingin kugapai cahaya terangmu
Agar hatimu terang benderang sepertimu




BINTANG PALING TERANG
(Hasna Fatin A)

Langit yang hitam, brubah secara perlhan...
Seketika, mengiringi langkah sang raja bintang
Seketika... cahaya mulai datang
Membimbing manusia untuk melakukan pekerjaan

Termangu diatas temani awan
Namun.. ia terus memberikan kekuatan
Memenuhi kebutuhan
Manusia, tumbuhan dan juga hewan

Panas.. memang!
Tapi, itu sangat dibutuhkan
Dialah..
Bintang paling terang

Hingga petang menjelang
Tibalah saatnya dia pulang
Berpamitan dengan kawan-kawan
Ia berjanji..
Esok akan datang lagi



















BENTANGAN HITAM LEGAM
(Hasna Fatin A)

Sore lelah, akupun datang menggantikan
Walau memang, ku tak diharapkan
Tapi ini.. perintah tuhan
Ku hanya bisa jalankan

Mungkin ini.. sudah takdirku
Hanya bisa.. duduk termangu
Kubiarkan sejuta kawanku
Menyewaku untuk sementara waktu

Sering aku dihiraukan..
Tak diuntungkan... diantaranya
Senang.. sedih seenaknya
Teman panjang yang mereka andaikan

Hebat! Yang mereka rasakan
Tanpa sadar, kawn mereka hanya sekecil tengu
Tidak pantas untuk dibandingkan kawanku
Indah nan terang bermilyaran kelipatan

Jauh dari itu..
Kutetap bangga pada diriku
Menunggu sampai mereka tahu
Tokoh utama.. ini aku!















SALJU BERSAMAMU
(Aisyah Luthfia F)

Kududukan tubuh ini yang menggigil kedinginan
Dingin angin malam terasa menusuk-nusuk tulangku
Menembus lapisan-lapisan tebal yang menutupi tubuh ini
Dinginnya udara yang menghampiriku tanpa permisi

Kutatap jalanan dari balik jendela ini
Kini jalanan dikotori oleh gundukan putih
Yang tinggi menjulang menutupi jalanan ini
Kristal bening beku yang tak pernah kuundang

Aku ingin memiliki hati bening sebening dirimu
Lembut selembut teksturmu putih seputih warnamu
Ingin rasanya aku menyimpanmu
Untuk kutunjukkan pada kawan disebrang sana

Secangkir kopi hangat yang kini menemaniku
Tak lupa lantunan musik jazz yang kini menemaniku
Udara dingin yang ikut berdendang bersamaku
Meghangatkan tubuh dan duniaku

Kabut-kabut mulai menutupi sebagian kaca
Kunodai kaca itu dengan sentuhan lembutku
Kutuliskan keinginanku ditahun depan
Kuberharap dapat melihat salju bersamamu


TUGUKU

Maksud apa anggap ‘tuguku’
Jika tiada makna terseru
Maksud apa arti memiliki
Jika tak dibudayai
Maksud apa diangkuhi
Jika lidah yang didapati


Milik siapa tugu ini?
Jogja punya tiada lain
Anda sebut ‘ini tuguku’
Sama arti ‘ini jogjaku’
Budayakan ‘tugu kami’
Sama arti
Budayakan ‘jogja kami’

Manunggaling kawulo gusti, simbolnya
Titik nol kilometer, letaknya
Tugu pal putih, julukannya
Sumbu imajiner, sejarahnya
‘Tuguku’, anggapnya
Tugu Jogja

by: Krismia R dan Dhea M



Tidak ada komentar:

Posting Komentar